Pembangkit listrik tenaga surya merupakan energi terbarukan yang bisa menjadi pengganti dari pembangkit listrik tenaga lain semisal batu bara atau minyak bumi.

Memang, energi surya di negara kita belum sepenuhnya dimanfaatkan potensinya. Hanya dibeberapa daerah saja yang telah menggunakan energi surya sebagai pemasok listriknya. Bisa di bilang,

Indonesia tertinggal jauh dari beberapa negara di Dunia yang telah menggunakan energi sinar matahari sebagai bahan utama dari aliran listrik.

unsplash.com

Daftar Negara Menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Ramah Lingkungan

Ada lima negara di dunia yang menghasilkan tenaga surya terbesar. Beberapa negara tersebut antara lain adalah sebagai berikut :

1. Jerman

Jerman merupakan negara yang memaksimalkan penggunaan sinar matahari untuk aliran listrik negara tersebut. Jerman menjadi negara yang menggunakan energi sinar matahari terbesar di dunia. Di tahun 2015, Jerman tercatat melakukan instalasi sinar matahari sebesar 40 MW. Jerman mempunyai rencana besar di tahun 2050 bahwa mereka akan menggunakan energi surya ini sebesar 80 persen untuk pemasok listrik utama di negaranya. Lokasi PLTS terbesar di Jerman berada di Meuro, Templin dan juga Neugardenberg dengan kapasitas instalasi sebesar 100 MW.

2. Spanyol

Penggunaan sinar matahari untuk listrik di Spanyol memang tak sebesar di negara Jerman. Hanya sekitar 10 persen saja negara ini menggunakan sinar matahari sebagai pemasok listrik.

3. Jepang

Negara jepang telah melakukan instalasi sinar matahari sebesar 990 MW.

unsplash.com

4. Amerika Serikat

Amerika serikat terbilang cukup tinggi minatnya dalam menggunakan energi surya atau sinar matahari sebagai pemasok utama listrik di negara tersebut. Di kota California, telah di lakukan instalasi sinar matahari sebesar 80 persen untuk aliran listrik utama di kota tersebut.

5. Italia

Italia tidak terlalu tinggi dalam memanfaatkan energi surya sebagai sumber listrik mereka. Italia dalam penggunan sinar mentari sebagai energi listrik masih di bawah negara Spanyol yang menggunakan instalasi sinar matahari sebesar 10 persen. Negara Italia melakukan instalasi sinar matahari untuk listrik hanya sebesar 9 persen saja.

Melihat beberapa negara di dunia telah menggunakan sinar surya atau matahari sebagai pemasok utaka dari listrik mereka, mungkin kamu akan bertanya-tanya.

Sebenarnya hal apa sih yang mendasari negara maju di Asia dan Eropa memakai energi surya sebagai aliran listrik utamanya? Alasan mereka banyak. Yang jelas, karena energi matahari ini memiliki banyak keunggulan dan manfaat.

unsplash.com

Manfaat Pembangkit Listrik Tenaga Surya

Berikut beberapa manfaat dari menggunakan energi surya sebagai aliran listrik.

  1. Sinar matahari tidak akan pernah habis selama dunia belum kiamat.
  2. Dapat mengurasi sekitar 18 ton gas rumah kaca dalam satu tahun.
  3. Energi surya hanya membutuhkan biaya awal pemasangannya saja. Selebihnya tidak perlu membayar uang bulanan seperti tarif listrik dengan energi lain.
  4. Tidak memerlukan bahan bakar sehingga akan menghemat pengeluaran.
  5. Sangat cocok d gunakan untuk wilayah tropis, karena sinar matahari banyak menyinari di daerah yang beriklim tropis.
  6. Energi yang dihasilkan memiliki intensitas yang besar dan melimpah, selama setiap harinya banyak disinari mentari.
  7. Listrik yang digunakan akan menyesuaikan dengan kebutuhan dan tidak akan overkonsumsi.
  8. Untuk pemasangan panel surya sangat mudah dan tidak diperlukan perawatan khusus setiap harinya.
  9. Memiliki baterai yang akan menyimpan daya, sehingga jika hari sedang tidak cerah atau hujan, maka panel tersebut tetap berfungsi secara normal seperti ketika ada sinar matahari.
  10. Ramah lingkungan.

Itulah beberapa manfaat dari energi surya yang harus Kamu ketahui, dan di Indonesia ada Inaport1 yang telah memanfaatkan energy ini.

Mengapa Pembangkit Listrik Tenaga Surya Ramah Lingkungan?

Energi surya adalah energi yang ramah lingkungan.

Lalu, kenapa energi surya atau sinar matahari ini diklaim energi yang ramah lingkungan? Apa alasannya?

Karena energi sinar matahari ini tidak menggunakan bahan bakar dan tidak akan berperan dalam pemanasan global. Malah justru dapat menyelamatkan dunia dari global warming yang semakin mengancam.

Seperti yang dijelaskan diatas bahwa dengan menggunakan energi sinar matahari sebagai pemasok listrik, maka akan dapat mengurasi 18 ton emisi gas rumah kaca disetiap tahunnya. Gas rumah kaca ini mengakibatkan suhu dari permukaan bumi meningkat.

Jika suhu permukaan bumi meningkat, maka kemungkinan besar akan terjadi perubahan iklim yang sangat ekstrim di permukaan bumi. Juga dapat mengakibatkan ekosistem hutan dan yang lain akan terganggu.

Jika ekosistem hutan terganggu, resiko terbesar yang mungkin terjadi adalah kemampuan bumi untuk menyerap karbon dioksida pada atmosfer akan berkurang. Gas dari rumah kaca ini juga mengakibatnya pemanasan global yang beresiko mencairkan gunung es di kutub utara dan juga kutub selatan.

Selain itu, gas efek rumah kaca ini akan msngakibatkan suhu dari air laut meningkan dan memiliki resiko akan menenggelamkan pulau-pulau kecil pada negara kepulauan. Tentu hal tersebut akan memiliki dampak yang besar terhadap dunia.

Maka dari itu penggunaan sinar matahari untuk listrik dapat mengurangi resiko-resiko di atas dengan setiap tahunnya akan mengurangi 18 ton emisi gas rumah kaca. Energi surya ini sangat ramah lingkungan dan bisa menyelamatkan bumi dari bencana global warming.

Itulah tadi jawaban dari Mengapa Pembangkit Listrik Tenaga Surya Ramah Lingkungan, semoga bisa membantu Kalian memahami tentang pembangkit listrik tenaga surya sebagai alternatif energy yang ramah lingkungan.

 

Mengapa Pembangkit Listrik Tenaga Surya Ramah Lingkungan?
Scroll to top